Posts

AGAMA DAN MEDIA: PEMAKNAAN ISU AGAMA

          Isu agama menghiasi media massa. “Nasionalisme kita terancam isuagama.” 1 Pertanyaannya, apakah isu diberitakan karena memiliki nilai penting (significance) sebagai bagian persoalan bangsa yang harus diselesaikan, ataukah dikabarkan sekadar untuk menarik perhatian khalayak, sebagai barang jualan media? Media massa dianggap semakin berperan dalam proses dem okratisasi pasca Orde Baru. Sejumlah jajak pendapat dan pengamatan mengapresiasi kinerja media karena lebih berperan ketimbang lembaga-lembaga politik seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif. Hasil riset Edelman Tust Barometer 2013 menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media di Indonesia menduduki salah satu posisi tertinggi di dunia, yaitu 77 persen. Media menjalankan fungsi sebagai pijar keempat demokrasi (the fourth estate), terutama dalam mengabarkan dan menyorod merebaknya korupsi yang dilakukan para elite pemegang kekuasaan.          Sebagai ...

Perlunya Upaya Kritis dalam Merespon Isu-isu Agama di Indonesia

     Yogyakarta, 12 Maret 2020.  Bertempat di ruang Seminar Timur dilaksanakan diskusi dan peluncuran Jurnal Prisma berjudul “Meredam Ketegangan Agama dan Negara”. Acara ini diselenggarakan oleh kerjasama tiga pihak, yaitu: Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) Pascasarjana UGM, Jurnal Prisma dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Selain diskusi dan peluncuran jurnal, juga diadakan menonton bersama film “Beta Mau Jumpa” karya karya Watchdoc Documentary. Pembahas yang turut hadir yakni Robert W. Hefner; Boston University, Samsul Maarif; CRCS UGM, Elga Sarapung; Direktur Institut Dialog Antar Iman di Indonesia dan Frans Agustinus Jalong; Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM.      Diskusi diawali dengan pemutaran film “Beta Mau Jumpa karya” yang merupakan proyek kerjasama Watchdoc Documentary dengan CRCS UGM. Film pendek berdurasi 33 menit ini menceritakan mengenai upaya damai masyarakat pasca kerusuhan di Ambon tahun 1999. K...

Problematika Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Masa Pandemi covid-19

         Merebaknya virus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah membuat dampak yang nyata di segala bidang, salah satunya adalah dalam penyelenggaraan Ibadah Haji. Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dilaksanakan oleh Pemerintah Arab Saudi saat ini tetap terlaksana namun dalam jumlah yang terbatas. Melihat kondisi di atas, pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang paling efektif adalah dengan menerapkan protokol kesehatan. Di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), upaya penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah harus diintegrasikan dengan adaptasi kebiasaan baru. Petugas dan Jemaah Haji Umrah diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).           Kementerian Haji Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bahwa ibadah haji tidak mungkin diselenggarakan dalam jumlah yang besar,sebagaimana dalam tahun-tahun normal mengingat pandemi m...

Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal

          Candi Borobudur yang merupakan salah satu destinasi besar di Indonesia serta menjadi salah satu destinasi stategis dalam  road map  pengembangan pariwisata Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui dampak perkembangan pariwisata Candi Borobudur terhadap masyarakat lokal Desa Borobudur. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang dilakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa walaupun potensi peluang kerja dan berusaha semakin meningkat, namun pada kenyataanya masyarakat Desa Borobudur masih belum cukup sejahtera, dikarenakan masih ada sebagian masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Perkembangan Taman Wisata Candi Borobudur memberikan dampak bagi kehidupan sosial masyarakat lokal sekitar.            Dampak sosial yang positif diakibatkan dari perkembangan Destinasi Wisata Candi Borobudur ad...

Perempuan dan Pembangunan

          Pemerintahan Joko Widodo dan Yusuf Kalla dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengamanatkan perlunya melaksanakan Pengarusutamaan Gender (PUG), PUG yang dimaksud merupakan penguatan atas sepuluh komitmen politik. Mandat tersebut bukanlah hal baru karena sebelumnya Presiden Abdurrahman Wahid telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional dan pada pemerintaha Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui UndangUndang (UU) No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025, yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 dan RPJMN 2010-2014.            Dalam rangka percepatan pelaksanaan PUG, pada tahun 2012 diluncurkan Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender melalui Perencanaan, Penganggaran yang Responsif Gender (...

Globalisasi: Tantangan & Peluang Bangsa Indonesia

          Perkembangan sosial budaya yang sepat selama akhir abad XX dan awal abad XXI bisa menjadi ancaman sekaligus peluang Bangsa Indonesia. Kasus revolusi musim semi arab yang mampu meruntuhkan kekuasaan beberapa diktaktor di wilayah Arab-Afrika merupakan contoh nyata dari kekuatan baru di bidang sosial budaya. Penggunaan teknologi informasi dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam gerakan revolusi musim semi arab. Dalam konteks itulah, maka masyarakat Indonesia harus berhati-hati dalam menghadapi perubahan penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Berkaca dari munculnya revolusi musim semi arab yang mampu menjatuhkan kediktaktoran Ghadafi, Husni Mubarak, dan sederetnya lainnya, maka apabila kita tidak hati-hati fenomena yang nyaris sama kemungkinan dapat terjadi di Indonesia, meskipun bentuknya agak berbeda.            Melalui globalisasi terutama teknologi informasi terjadi perubahan besar-be...

Perspektif Sosial Budaya Kebangsaan Indonesia

          Berdasarkan akar kesejarahannya Bangsa Indonesia sesungguhnya dapat ditelusuri hingga masa pra-kolonial, bahkan masa pra sejarah. Dengan demikian, Indonesia sebagai sebuah bangsa termasuk memiliki sejarah perkembangan yang panjang. Mudahnya beragam budaya yang masuk ke Kepulauan Indonesia terkait dengan tiga hal. Pertama letak kepulauan Indonesia yang strategis, yaitu di persimpangan pelayaran dan perdagangan dunia. Kedua, lautan di wilayah Nusantara bukan menjadi penghalang tetapi justru sebagai pemersatu. Jalur laut yang ada di Kepulauan Nusantara sangat mudah untuk dilayari. Angin bertiup tidak begitu kencang dan mudah untuk ditebak. Dengan angin musim yang bertiup dari timur atau selatan di Bulan Mei hingga agustus dan dari barat laut atau timur laut pada Bulan Desember-Maret (Anthony Reid, 1992: 4). Faktor ketiga adalah hasil alam yang dimiliki Kepulauan Nusantara sehingga mendorong banyak pedagang asing untuk datang dan membeli beragam ...