Problematika Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Masa Pandemi covid-19

        Merebaknya virus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah membuat dampak yang nyata di segala bidang, salah satunya adalah dalam penyelenggaraan Ibadah Haji. Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dilaksanakan oleh Pemerintah Arab Saudi saat ini tetap terlaksana namun dalam jumlah yang terbatas. Melihat kondisi di atas, pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang paling efektif adalah dengan menerapkan protokol kesehatan. Di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), upaya penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah harus diintegrasikan dengan adaptasi kebiasaan baru. Petugas dan Jemaah Haji Umrah diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

        Kementerian Haji Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bahwa ibadah haji tidak mungkin diselenggarakan dalam jumlah yang besar,sebagaimana dalam tahun-tahun normal mengingat pandemi masih belum ada tanda-tanda berakhir. Selain itu, hingga saat ini masih belum ditemukan vaksin dan obat yang dapat menyembuhkan Covid-19. Sebab itu, penyelenggaraan ibadah haji yang paling mungkin dengan mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat dan protokol kesehatan terkait dengan jaga jarak, yaitu menekan jumlah jemaah haji.

        Sebenarnya sudah bisa diduga bahwa Arab Saudi tidak mempunyai banyak pilihan perihal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Hanya ada dua pilihan yang sama-sama pahit, yaitu membatalkan penyelenggaraan ibadah haji secara total dengan alasan pandemi atau tetap menyelenggarakan ibadah haji dalam jumlah yang sangat terbatas dalam rangka memenuhi rukun Islam yang ke-5.Dalam mengambil keputusan ibadah haji di tengah pandemi dalam jumlah yang sangat terbatas itu, Arab Saudi mempertimbangkan sikap Indonesia yang lebih awal mengambil keputusan untuk tidak memberangkatkan jemaah hajinya, karena Arab Saudi tidak memberikan kepastian perihal protokol kesehatan penyelenggaraan ibadah haji. 

        Maklum, jumlah jemaah haji Indonesia terbesar, sehingga apapun sikap Indonesia akan menjadi pertimbangan khusus. Sikap Indonesia diikuti oleh beberapa negara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Sinegal, dan lain-lain. Mereka juga memandang, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berisiko tinggi karena pandemi masih belum bisa diatasi. Di samping itu, pandemi di Arab Saudi masih dalam kurva yang lumayan tinggi. Belum ada tanda-tanda pandemi akan melandai, yang membuktikan bahwa Arab Saudi masih berjuang melawan pandemi. 

Comments

Popular posts from this blog

Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal

Globalisasi: Tantangan & Peluang Bangsa Indonesia